Tulungagung, 12 Juni 2026 – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Standarisasi Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Sosialisasi Dokumen Standar Mutu pada Jumat, 12 Juni 2026 bertempat di Gedung Rektorat Lantai 3 UIN SATU Tulungagung.
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan universitas, guru besar, dekan, pejabat akademik dan struktural, Ketua dan anggota Gugus Penjaminan Mutu Fakultas (GPMF), serta berbagai unsur sivitas akademika di lingkungan UIN SATU Tulungagung.
Acara diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UIN SATU. Selanjutnya, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN SATU, Prof. Dr. Agus Zaenul Fitri, M.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus pengantar kegiatan.
Dalam sambutannya, Prof. Agus Zaenul Fitri menegaskan bahwa penguatan sistem penjaminan mutu merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Melalui kegiatan FGD ini, LPM berupaya membangun kesamaan persepsi terkait implementasi standar mutu yang mencakup seluruh aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan arahan sekaligus pembukaan resmi FGD oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Prof. Dr. H. Abad Badruzaman, Lc., M.Ag. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya penyusunan dan implementasi dokumen standar mutu sebagai pedoman dalam mewujudkan tata kelola akademik yang berkualitas, terukur, dan berkelanjutan.

Prof. Abad Badruzaman menyampaikan bahwa standar mutu harus menjadi instrumen yang mampu mendorong peningkatan kinerja seluruh unit kerja, sekaligus menjadi landasan dalam pelaksanaan evaluasi dan pengembangan mutu di lingkungan universitas. Oleh karena itu, seluruh unsur sivitas akademika diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam proses penyusunan, implementasi, monitoring, dan evaluasi standar yang telah ditetapkan. Beliau juga secara resmi membuka kegiatan FGD sebagai bagian dari upaya penguatan budaya mutu di lingkungan UIN SATU.

Memasuki sesi inti, FGD dipandu oleh Dr. Ida Isnawati, M.Pd., selaku Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu LPM UIN SATU. Pada kesempatan tersebut, peserta memperoleh pemaparan materi dari Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd. mengenai standarisasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan penguatan dokumen standar mutu sebagai instrumen pengendalian, evaluasi, dan peningkatan kualitas perguruan tinggi.

Diskusi berlangsung secara aktif dan konstruktif dengan berbagai masukan dari peserta yang berasal dari fakultas, program studi, serta unit-unit terkait. Berbagai saran dan rekomendasi yang dihasilkan dalam FGD ini diharapkan dapat menjadi dasar penyempurnaan dokumen standar mutu yang lebih komprehensif, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan institusi.
Melalui kegiatan ini, LPM UIN SATU Tulungagung berkomitmen untuk terus memperkuat budaya mutu di lingkungan universitas guna mendukung pencapaian visi UIN SATU sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, kompetitif, dan bereputasi di tingkat nasional maupun internasional.



