Perkuat Layanan, LPM UIN SATU Gelar Workshop Penyusunan Instrumen Survei Akademik dan Non-Akademik

TULUNGAGUNG, 3 September 2026 – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung menggelar Workshop Penyusunan Instrumen Survei Akademik dan Non-Akademik. Kegiatan yang berlangsung secara khidmat dan substantif ini diselenggarakan di Aula Rektorat Lantai 3 Kampus UIN SATU Tulungagung.

Workshop strategis ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Universitas, Pimpinan Lembaga, Pimpinan Fakultas, Ketua Jurusan (Kajur), Sekretaris Jurusan (Sekjur), Koordinator Program Studi (Korprodi), Pengelola Pascasarjana, serta jajaran Gugus Penjaminan Mutu Fakultas (GPMF) di lingkungan UIN SATU Tulungagung. Kehadiran seluruh elemen pemangku kepentingan penjaminan mutu ini menegaskan komitmen bersama dalam meningkatkan kualifikasi dan validitas pengukuran evaluasi kinerja instansi.

Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Ani Wilujeng Suryani, Ph.D., Ak., CA., yang menjabat sebagai Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Negeri Malang (UM). Dalam paparannya, Prof. Ani menyampaikan materi mendalam bertajuk “Pentingnya Survei sebagai Ukuran Kepuasan Layanan Pengguna”. Beliau menekankan bahwa instrumen survei yang sahih (valid) dan handal (reliable) merupakan kunci utama untuk mengukur Indikator Kinerja Utama (IKU) serta Indikator Kinerja Tambahan (IKT) perguruan tinggi. Lebih lanjut, hasil survei kepuasan pelanggan yang akurat tidak hanya menjadi syarat administrasi akreditasi, tetapi juga menjadi dasar pengambilan kebijakan berbasis data (data-driven decision making) oleh pimpinan.

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk membekali para pengelola mutu di tingkat fakultas dan program studi agar mampu menyusun serta memvalidasi instrumen survei yang adaptif. Cakupan survei mencakup ranah akademik (seperti proses pembelajaran, bimbingan tugas akhir, dan sarana prasarana akademik) serta ranah non-akademik (meliputi layanan administrasi, tata kelola keuangan, kemahasiswaan, hingga kepuasan pemangku kepentingan eksternal dan pengguna lulusan).

Melalui workshop ini, LPM UIN SATU Tulungagung menargetkan terwujudnya standardisasi instrumen pengukuran kepuasan layanan yang terintegrasi di seluruh unit kerja. Langkah nyata ini diharapkan mampu mendorong percepatan budaya mutu yang berkelanjutan (continuous quality improvement) demi menghadirkan pelayanan prima bagi seluruh sivitas akademika dan masyarakat.